Pada Rabu, 2 April 2025, tepat di hari kedua Lebaran, Gunung Marapi meletus singkat, hanya 57 detik, namun dampaknya bisa cukup besar. Kolom abu yang terlempar setinggi 350 meter menambah deretan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai.
Kenapa Erupsi Marapi Perlu Diwaspadai?
Erupsi ini menghasilkan abu vulkanik yang cukup mengganggu. Jika kamu tinggal di sekitar Marapi, abu ini bisa berdampak pada kualitas udara dan pernapasan. Namun, yang lebih berbahaya adalah potensi lahar hujan yang bisa mengalir cepat ke lembah, terutama jika turun hujan lebat setelah erupsi.
Waspada Terhadap Lahar Hujan
Banjir lahar hujan adalah campuran material vulkanik yang terbawa air hujan dan bisa mengalir deras, membawa banyak bahaya. Ini sangat penting untuk diperhatikan bagi mereka yang tinggal di bawah lereng gunung, karena aliran lahar bisa sangat merusak. Karena itu, PVMBG meminta masyarakat untuk tidak berada dalam radius 3 km dari kawah.
Kesiapsiagaan itu Kunci
Meskipun erupsi kali ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetap saja masyarakat harus waspada. Dalam situasi seperti ini, kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting. Pastikan kamu selalu mengikuti update dari PVMBG dan siap untuk mengikuti arahan pihak berwenang jika situasi memburuk.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Erupsi Susulan?
Jika erupsi terjadi lagi atau hujan deras datang, jangan tunda untuk pergi ke tempat yang lebih aman. Pastikan kamu tahu rute evakuasi dan tempat pengungsian terdekat. Dengan informasi yang tepat, kamu bisa lebih siap menghadapi situasi darurat.
Kesimpulan: Terus Waspada dan Siap Menghadapi Potensi Bencana
Erupsi Gunung Marapi mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja. Meskipun kali ini tidak ada korban jiwa, tetap penting untuk siap dan mengikuti setiap peringatan yang dikeluarkan. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan dari bencana seperti ini.